Pemilik Kos-kosan Perlu Diversifikasi ke Aset Digital untuk Maksimalkan Pendapatan

Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia aset kripto dan sektor properti semakin menemukan titik temu berkat kemajuan teknologi blockchain. Salah satu cara yang menjembatani keduanya adalah melalui tokenisasi aset properti.

Tokenisasi properti adalah suatu proses di mana nilai dari properti fisik diubah menjadi token digital yang dapat diperdagangkan di platform berbasis blockchain. Konsep ini memungkinkan investor untuk memiliki bagian dari properti tertentu tanpa harus membeli seluruhnya.

Setiap token yang dikeluarkan mewakili kepemilikan sebagian dari properti tersebut, memberikan kesempatan bagi lebih banyak investor untuk terlibat dalam pasar properti dengan cara yang lebih fleksibel dan terjangkau.

Menurut laporan dari Deloitte Center for Financial Services, pasar tokenisasi properti diperkirakan akan berkembang dari sekitar US$300 miliar pada tahun 2024, menjadi mencapai US$4 triliun pada tahun 2035. Proyeksi ini mencerminkan potensi besar yang ada pada integrasi antara sektor properti dan teknologi blockchain di masa depan.

Dalam upaya untuk memanfaatkan peluang ini, platform investasi aset kripto Pintu menjalin kemitraan dengan Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI). Senior Vice President Strategy and Business Pintu, Andy Putra, menyampaikan apresiasi kepada ARKI yang telah menciptakan ruang untuk kolaborasi dan diskusi terkait perkembangan industri rumah kos dan aset kripto.

Andy mengamati bahwa anggota ARKI sangat antusias dan terbuka dalam mempelajari berbagai aspek dari investasi aset kripto, termasuk keuntungan dan risiko yang menyertainya. “Kami berharap kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah serta pemahaman yang lebih mendalam tentang industri aset digital,” ujarnya pada Senin, 2 Maret 2026.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, Andy memberikan edukasi mengenai dasar-dasar investasi aset kripto, strategi manajemen risiko, serta pentingnya melakukan penelitian sebelum mengambil langkah investasi. Edukasi ini dirancang agar para pengusaha kos-kosan dapat mengelola hasil usaha mereka dengan cara yang lebih terdiversifikasi dan terukur.

“Di masa mendatang, kami berharap Pintu dan ARKI akan terus menjadi mitra strategis. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas industri semacam ini dapat memperluas pemahaman tentang keuangan digital dan membuka peluang diversifikasi aset bagi para pengusaha kos-kosan di Indonesia,” tutup Andy.

Sementara itu, Ketua ARKI, Florencia Irena Lipin, mengungkapkan bahwa kehadiran Pintu merupakan langkah yang sangat positif dan inovatif. Ia menilai bahwa Pintu memberi wawasan baru kepada pemilik kost bahwa pendapatan dari sewa dapat dikelola dengan lebih produktif melalui investasi di aset digital.

“Selain itu, antarmuka aplikasi Pintu yang mudah digunakan sangat membantu para pengusaha kos-kosan yang baru mengenal dunia aset kripto, terutama yang berasal dari generasi X. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis properti tradisional seperti rumah kos dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi keuangan yang ada,” jelasnya.

➡️ Baca Juga: Sopir Truk Dianiaya Usai Senggol Motor di SPBU Bekasi, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

➡️ Baca Juga: Rekor Tertinggi, Harga Emas Antam Tembus Rp 2 Juta Per Gram

Exit mobile version