Paus Leo Menyampaikan Kritik Terhadap Pemimpin yang Memanfaatkan Agama untuk Perang

Pernyataan yang disampaikan oleh Paus Leo XIV dalam pidato keagamaannya saat melakukan perjalanan apostolik ke Kamerun pada tanggal 16 April 2026 kembali menarik perhatian banyak orang. Dalam kesempatan tersebut, Paus Leo mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi dunia yang sedang berada di ambang kehancuran akibat tindakan segelintir penguasa tiran.

“Para pemimpin yang memicu konflik seolah tidak menyadari bahwa dalam sekejap mata, mereka dapat menghancurkan segalanya. Namun, untuk membangun kembali, sering kali dibutuhkan waktu seumur hidup. Mereka juga mengabaikan kenyataan bahwa miliaran dolar dihabiskan untuk membunuh dan merusak, sedangkan alokasi dana untuk pemulihan, pendidikan, dan kesehatan sangat minim,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency pada 17 April 2026.

Sebagai Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat, Paus Leo juga menyoroti praktik para pemimpin yang menggunakan agama sebagai dalih untuk melakukan perang.

“Celakalah mereka yang memanfaatkan agama dan nama Tuhan demi kepentingan militer, politik, dan ekonomi pribadi mereka. Hal ini hanya akan membawa yang suci ke dalam kegelapan dan kekotoran,” tegasnya.

Pernyataan kuat ini muncul sebagai respons terhadap sejumlah pejabat tinggi di Amerika Serikat, termasuk Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang mengklaim bahwa Tuhan mendukung tindakan militer AS di Iran.

Dalam pertemuan di Bamenda, kota terbesar yang berbahasa Inggris di Kamerun, Paus Leo menyerukan perlunya perubahan yang jelas menuju perdamaian global.

Pada hari Minggu, Trump mengekspresikan pendapatnya melalui media sosial, meminta Paus Leo untuk lebih fokus pada perannya sebagai pemimpin spiritual dan tidak melayani kelompok radikal kiri, serta untuk menghentikan tindakan yang dianggapnya sebagai politik.

Trump juga mengklaim bahwa ia memiliki andil dalam pemilihan Leo sebagai Paus.

Menanggapi pernyataan tersebut pada hari Senin, Paus Leo menyatakan bahwa ia tidak merasa terintimidasi oleh pemerintahan Trump.

➡️ Baca Juga: Menjaga Kualitas Produk Stabil Selama Proses Produksi Massal yang Efektif

➡️ Baca Juga: Lebaran Betawi di Lapangan Banteng: Temukan Lokasi Parkir Kendaraan Pribadi Anda

Exit mobile version