depo 10k depo 10k
berita

Pasokan Minyak Global Terancam Habis Menurut Prof Jiang pada Pertengahan April

Nama Profesor Jiang Xueqin kembali mencuri perhatian publik, khususnya di media sosial. Sebelumnya, prediksinya mengenai kemungkinan Amerika Serikat mengalami kekalahan dalam konflik dengan Iran pada tahun 2024 telah menjadi viral dan menarik banyak perhatian di awal tahun ini.

Kini, ia kembali menjadi sorotan setelah memberikan analisis mengenai dampak dari ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terhadap pasokan minyak global. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Prof. Jiang Lectures, ia menguraikan betapa besar ketergantungan dunia terhadap pasokan minyak dari wilayah Timur Tengah.

“Penting untuk dicatat bahwa sekitar 20 persen dari total pasokan minyak dunia berasal dari Timur Tengah, dan sebagian besar dari minyak ini dikirim ke negara-negara di Asia Timur. Sebagai contoh, India mengimpor sekitar 6 persen minyaknya dari kawasan ini, sementara Jepang bahkan mendapatkan sekitar 75 persen dari Timur Tengah. Ini menunjukkan bahwa Asia Timur sangat bergantung pada pasokan minyak dari wilayah tersebut. Selain itu, minyak dari Timur Tengah juga memasok kebutuhan Eropa dan Amerika Serikat, sehingga ketergantungan global terhadap negara-negara GCC sangat signifikan,” jelasnya dalam video yang dirilis pada tanggal 6 April 2026.

Jiang kemudian mengingatkan tentang konsekuensi serius yang dapat terjadi jika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat berlanjut. Salah satu kekhawatiran terbesar adalah kemungkinan terjadinya krisis minyak yang dapat menghantam dunia dalam waktu dekat.

“Jika konflik ini terus berlarut-larut, terutama jika melibatkan aksi militer darat, pasokan minyak dari Timur Tengah dapat terancam kolaps. Bahkan, JP Morgan pernah memperkirakan bahwa pada pertengahan April, dunia mungkin akan mengalami kehabisan pasokan minyak. Ini tentunya akan menjadi bencana yang sangat serius bagi skala global,” tambahnya.

Tidak hanya masalah energi, jika konflik ini terus berkepanjangan, akan muncul berbagai kelangkaan di seluruh dunia, terutama setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada 28 Februari lalu akibat serangan gabungan dari Israel dan Amerika Serikat.

“Dampak dari tindakan Iran dalam membatasi akses di Selat Hormuz mulai terlihat dengan munculnya berbagai jenis kelangkaan. Kita memang sudah mengetahui bahwa pasokan minyak dan LNG terganggu, tetapi masalah yang muncul ternyata jauh lebih kompleks daripada itu,” ungkapnya.

Beberapa aspek lain yang akan terpengaruh oleh konflik ini mencakup perekonomian global dan juga masalah pangan.

Kekhawatiran akan kelangkaan ini tidak hanya menyangkut energi, tetapi juga dapat meluas ke sektor-sektor lainnya, yang dapat memicu dampak ekonomi yang lebih luas. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana dinamika geopolitik dapat mempengaruhi stabilitas pasokan minyak global dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat di seluruh dunia.

➡️ Baca Juga: Changan Percaya Diri Luncurkan Lumin di Indonesia Setelah Digunakan Setengah Juta Orang

➡️ Baca Juga: Keterampilan Esensial untuk Milenial Mencapai Fleksibilitas Waktu Kerja

Related Articles

Back to top button