Operasi Ketupat 2026: 2.746 Posko Siap Beroperasi untuk Pengamanan Optimal 13-25 Maret

Jakarta – Pengamanan perjalanan mudik dan balik Lebaran tahun 2026 akan dilakukan dengan serius. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengambil inisiatif untuk memimpin rapat koordinasi lintas sektor demi memastikan kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Dalam pertemuan yang berlangsung di PTIK, Jakarta Selatan, pada Senin, 2 Maret 2026, Sigit menekankan pentingnya mengutamakan optimalisasi pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat selama periode ini.

“Semuanya harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Pengamanan dan pelayanan harus dijalankan secara maksimal,” ungkap Sigit.

Kapolri menjelaskan bahwa prediksi arus kendaraan tertinggi saat mudik tahun ini akan berasal dari wilayah Jawa Barat, Jabodetabek, dan Jawa Timur. Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai pusat utama pergerakan para pemudik.

“Di antara tujuan mudik yang paling banyak terdapat Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat,” tambah Sigit.

Lonjakan lalu lintas dari dan menuju daerah-daerah tersebut diperkirakan akan menjadi fokus utama, sehingga perlu perhatian ekstra dalam pengaturan lalu lintas dan penempatan personel.

Untuk menjaga agar situasi tetap terkendali, Polri akan melaksanakan Operasi Ketupat dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi tahunan ini mengusung tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”.

“Tagline tahun ini adalah ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’. Fokus kita adalah langkah-langkah preemptive dan preventif, penegakan hukum, yang kita harap dapat diminimalisir demi pelayanan kemanusiaan,” jelas Sigit.

Sebanyak 161 ribu personel dari TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya akan dikerahkan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik. Keterlibatan berbagai sektor ini diharapkan dapat mengurangi potensi gangguan keamanan serta menghindari kemacetan yang parah.

“Kita berharap semua pihak dapat bekerja sama secara maksimal untuk keberhasilan pelayanan arus mudik dan balik,” terang Sigit.

Sebanyak 2.746 posko akan didirikan selama pelaksanaan Operasi Ketupat. Rincian tersebut mencakup 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu.

Ada total 185.608 objek yang akan menjadi perhatian, meliputi tempat ibadah, lokasi shalat Id, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata yang biasanya dipadati pengunjung saat liburan panjang. Selain pengamanan, Polri juga menyediakan layanan tambahan bagi para pemudik.

➡️ Baca Juga: Drama Korea Masih Jadi Favorit Penonton Indonesia

➡️ Baca Juga: Hello world!

Exit mobile version