Militer AS Berhasil Hancurkan 90 Persen Rudal Iran Menurut Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memberikan pernyataan mengenai situasi konflik dengan Iran. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bahwa operasi militer yang dilakukan oleh AS dalam menghadapi Iran telah berlangsung lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Trump juga mengklaim bahwa hampir 90 persen dari rudal Iran berhasil dihancurkan dalam proses tersebut.
“Semua berjalan dengan sangat baik. Kami telah melampaui jadwal kami, jauh lebih cepat dari yang kami duga. Kami tidak menyangka bisa sejauh ini. Kami telah melumpuhkan hampir 90 persen dari rudal mereka,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News yang dilansir pada 14 Maret 2026.
Saat ditanya tentang laporan yang menyebut bahwa pemerintahan Iran kemungkinan tidak akan runtuh dalam waktu dekat, Trump mengakui bahwa hal tersebut merupakan tantangan yang cukup besar. Namun, ia tetap optimis bahwa perubahan akan terjadi, meskipun tidak dalam waktu yang singkat.
“Itu adalah rintangan yang sangat signifikan… perubahan itu pasti akan terjadi, meski mungkin tidak dalam waktu dekat,” tuturnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai persediaan uranium yang telah diperkaya oleh Iran, Trump menyatakan bahwa saat ini fokus AS tidak terletak pada isu tersebut. Namun, ia menyiratkan bahwa di masa depan, AS mungkin akan mempertimbangkan untuk mengawasi persediaan uranium Iran.
“Pada titik tertentu, mungkin kami akan mengamati hal itu,” tambahnya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah telah meningkat secara signifikan, terutama setelah serangan udara yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada tanggal 28 Februari lalu.
Menurut pihak berwenang Iran, serangan ini telah mengakibatkan sekitar 1.300 orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta lebih dari 10.000 orang lainnya mengalami luka-luka.
Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balik menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Aksi balasan ini mengakibatkan sejumlah korban dan kerusakan pada infrastruktur sipil di wilayah yang terdampak.
➡️ Baca Juga: KEDUBES VATIKAN Menerima Karangan Bunga Belasungka
➡️ Baca Juga: Pemerintah Terapkan Pajak Karbon Mulai Awal 2026




