Lintasarta Ungkap Strategi Agar Jaringan Tetap Cepat Saat Lebaran

Jakarta – Lintasarta memperkuat infrastruktur dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) serta memastikan kesiapan operasional 24 jam sehari, tujuh hari seminggu untuk menghadapi lonjakan trafik digital yang biasa terjadi saat perayaan Lebaran.
Perusahaan yang merupakan bagian dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) ini telah memprediksi adanya peningkatan trafik digital seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan industri selama bulan Ramadan hingga Lebaran.
Sebagai langkah antisipasi, Lintasarta melakukan optimalisasi kapasitas jaringan, memperkuat sistem pemantauan yang berbasis AI, dan menyiapkan Network Operation Center (NOC) serta tim operasional di seluruh Indonesia secara penuh.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi masalah serta memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi. Selama periode Lebaran, Lintasarta mencatat adanya peningkatan signifikan pada trafik layanan komunikasi data yang digunakan oleh berbagai sektor strategis.
Sektor-sektor yang mengalami lonjakan ini meliputi perbankan, transportasi, ritel, distribusi, dan layanan publik. Meskipun ada lonjakan trafik, kualitas layanan tetap terjaga dengan baik dan andal. Peningkatan yang signifikan juga terlihat dari kecepatan penanganan gangguan yang meningkat hampir 60 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kecepatan dalam menangani gangguan ini didukung oleh penggunaan AI untuk analisis dan diagnosis, yang memungkinkan pemulihan layanan lebih cepat serta meminimalkan dampak bagi pelanggan.
Dari segi performa jaringan, jumlah gangguan yang tercatat mengalami penurunan sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh perbaikan desain High Availability (HA) dan Point of Presence (PoP).
Zulfi Hadi, Direktur dan Chief Telco Services Officer Lintasarta, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi operasional berbasis AI yang terus diperkuat oleh perusahaan.
“Kami tidak hanya melakukan pemantauan jaringan, tetapi juga melaksanakan pemeliharaan proaktif untuk memastikan kualitas layanan tetap berada di ambang batas yang ditetapkan, mengotomatiskan penanganan, dan meningkatkan kecepatan respons secara menyeluruh,” ujarnya pada Rabu, 8 April 2026.
➡️ Baca Juga: Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dilaksanakan Secara Bertahap Menurut Menhan
➡️ Baca Juga: TMII Berulang Tahun ke-50, Gelar Pesta Rakyat dan Diskon Tiket 50




