Jumlah Pemudik Tahun 2026 Diprediksi Capai 154 Juta, Jakarta Timur Paling Banyak

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa prediksi jumlah pemudik selama Lebaran 2026 diperkirakan akan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, pemerintah tetap bersiap dengan berbagai langkah antisipasi untuk mengatasi potensi lonjakan pergerakan masyarakat selama periode mudik.

Dudy menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan secara rutin melakukan survei tahunan sebelum merumuskan rencana persiapan transportasi untuk musim mudik. Survei ini melibatkan kerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Tujuannya adalah untuk memetakan potensi pergerakan masyarakat agar pemerintah dapat mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi dengan lebih efisien.

Tahun ini, sekitar 55 ribu responden dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi dalam survei tersebut. Dudy berharap bahwa jumlah responden yang lebih banyak ini dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai perilaku masyarakat.

Salah satu hasil dari survei menunjukkan bahwa jumlah masyarakat yang berencana melakukan perjalanan selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 154,6 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 158 juta pemudik.

Meskipun demikian, Dudy mengingatkan bahwa terdapat kemungkinan perbedaan antara hasil survei dan kenyataan di lapangan. Sebagai contoh, prediksi untuk tahun 2024 memperkirakan jumlah pemudik mencapai 146,4 juta orang, namun data dari tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah sebenarnya mencapai 154,6 juta orang, berdasarkan perhitungan data mobile positioning.

“Melihat pengalaman sebelumnya, kami menyadari adanya lonjakan antara hasil survei dan realisasi. Oleh karena itu, kami harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan adanya lonjakan dengan angka yang berbeda dari yang dihasilkan oleh survei,” ungkap Dudy dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada hari Jumat, 6 Maret 2026.

Dudy juga mencatat adanya perubahan perilaku masyarakat dalam merayakan momen Lebaran. Jika sebelumnya perjalanan mudik lebih didominasi oleh tradisi pulang ke kampung halaman, kini sebagian masyarakat juga memanfaatkan periode libur Lebaran untuk berwisata.

“Sekitar 50,60 persen responden mengungkapkan bahwa mereka akan merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Namun, tidak hanya untuk merayakan Lebaran, banyak yang juga melakukan perjalanan untuk tujuan liburan,” jelas Dudy.

Berdasarkan lokasi, Dudy mengungkapkan bahwa lima provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak pada Lebaran tahun ini adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Secara khusus, Jakarta Timur menjadi daerah dengan titik keberangkatan terbanyak bagi para pemudik.

➡️ Baca Juga: Cristiano Ronaldo Cedera Menjelang Piala Dunia, Portugal Menghadapi Kekhawatiran Besar

➡️ Baca Juga: Guru Adakan Lokakarya Penulisan Kreatif untuk Siswa SMP

Exit mobile version