Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah mengonfirmasi bahwa Joko Widodo, yang merupakan presiden ke-7 Republik Indonesia, akan diangkat sebagai Ketua Dewan Pembina pada bulan November 2026. Pengumuman ini menyusul penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang dipegang oleh Jokowi, yang menjadi simbol keanggotaan resmi di partai dengan lambang gajah tersebut.
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menjelaskan bahwa proses pengangkatan Jokowi kemungkinan akan dilakukan bersamaan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan peringatan ulang tahun PSI yang akan diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 16 November 2026.
“Pengukuhan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 16 November 2026, bertepatan dengan Rapimnas dan hari jadi PSI. Lokasinya akan berada di Surabaya,” ungkap Ali saat memberikan informasi di Bandung, pada hari Sabtu.
Ali juga menambahkan bahwa dengan Jokowi yang secara terbuka mengungkapkan statusnya sebagai anggota PSI, ini menunjukkan kapasitasnya dalam menjalankan berbagai aktivitas di seluruh Indonesia.
“Baru saja Pak Jokowi menegaskan bahwa ia telah menjadi anggota PSI sejak beberapa bulan lalu. Jadi, kehadirannya di berbagai kegiatan bukanlah hasil endorsement, melainkan ia merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia yang aktif melakukan konsolidasi,” jelasnya.
Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa ia telah resmi menjadi anggota PSI sejak tanggal 14 Oktober 2025 dengan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) di hadapan para kader DPD PSI Kota Bandung, pada hari Sabtu lalu.
Langkah ini diambil Jokowi untuk menghilangkan keraguan masyarakat mengenai komitmennya terhadap partai berlambang gajah tersebut selama hampir satu tahun terakhir ini.
Untuk meyakinkan para kader yang hadir, Jokowi juga membacakan identitas resmi serta nomor keanggotaannya yang tercantum pada KTA fisiknya, yang mencantumkan nama Jokowi Widodo dan nomor keanggotaan S 337220257777777.
Dengan penegasan dan bukti KTA tersebut, Jokowi berharap tidak ada lagi spekulasi atau kebingungan mengenai status politiknya dalam PSI di publik.
“Semua sudah jelas. Jangan sampai ada yang meragukan bahwa saya sudah menjadi bagian dari keluarga besar PSI,” tegas Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menjelaskan bahwa ia dan putranya, Kaesang Pangarep, yang menjabat sebagai Ketua Umum PSI, berada di Bandung karena struktur cabang dan ranting di kota tersebut telah sepenuhnya selesai.
“Struktur di Kota Bandung, baik DPC maupun DPRt, sudah rampung 100 persen. Itulah alasan kehadiran saya dan Ketum di sini, karena Bandung sudah sepenuhnya siap,” ungkap Jokowi.
➡️ Baca Juga: Mantan Menteri SDM Dituduh Terima Suap Rp4,8 Miliar dan Terancam 20 Tahun Penjara
➡️ Baca Juga: 71 Ribu Hektare Karhutla Teratasi di Enam Provinsi, BNPB Ingatkan Ancaman Api Masih Ada
