Sistem infotainment yang terdapat dalam kendaraan modern kini semakin menyerupai perangkat elektronik yang canggih. Meskipun menawarkan berbagai kemudahan seperti navigasi, konektivitas internet, dan beragam aplikasi, teknologi ini juga membawa risiko yang signifikan terkait keamanan, yang dapat dieksploitasi oleh peretas.
Kaspersky, perusahaan yang bergerak di bidang keamanan siber, baru-baru ini menemukan adanya malware yang menargetkan head unit atau sistem infotainment mobil berbasis Android. Temuan ini mengundang perhatian, terutama karena perangkat dalam kendaraan saat ini semakin terhubung dengan internet dan berbagai layanan digital yang berpotensi rentan.
Dalam laporan yang diterbitkan oleh Kaspersky, serangan ini berkaitan dengan sistem infotainment yang menggunakan perangkat lunak dari perusahaan asal China, DoFun. Kaspersky mengungkapkan bahwa perangkat lunak DoFun telah digunakan di lebih dari 30 juta kendaraan di seluruh dunia, meskipun jumlah pasti kendaraan yang terpengaruh masih belum diketahui.
Malware yang diidentifikasi oleh Kaspersky disebut sebagai PlayPraetor. Program berbahaya ini sebelumnya dikenal karena kemampuannya menyerang perangkat Android, tetapi kini peneliti menemukan varian yang telah dimodifikasi untuk menyerang head unit kendaraan.
Salah satu komponen kunci dalam serangan ini adalah aplikasi bernama TWCore. Aplikasi ini, yang sebenarnya merupakan bagian resmi untuk memperbarui perangkat lunak head unit, diduga telah disalahgunakan untuk menyisipkan kode berbahaya ke dalam sistem.
Setelah malware berhasil masuk ke dalam sistem, ia dapat melakukan berbagai aktivitas berbahaya. Kaspersky mencatat bahwa PlayPraetor mampu mengumpulkan informasi dari perangkat, menjalankan perintah dari server pengendali, mengunduh kode tambahan, serta memanfaatkan head unit sebagai bagian dari jaringan proxy atau botnet.
Kondisi ini menyoroti bahwa risiko keamanan pada mobil modern tidak hanya terbatas pada mesin atau sistem kelistrikan. Layar infotainment, yang selama ini dianggap sebagai sarana hiburan, juga menjadi perhatian penting seiring dengan meningkatnya konektivitas kendaraan.
Walaupun demikian, temuan ini tidak berarti bahwa semua mobil dengan sistem operasi Android secara otomatis rentan terhadap serangan yang sama. Kaspersky secara spesifik mengaitkan masalah ini dengan head unit yang menggunakan perangkat lunak DoFun, sehingga tidak tepat jika menyimpulkan bahwa semua kendaraan berbasis Android menghadapi risiko yang sama.
Kaspersky juga menginformasikan bahwa pihak terkait telah meluncurkan pembaruan untuk menutup celah yang diidentifikasi dalam serangan tersebut. Oleh karena itu, melakukan pembaruan perangkat lunak pada head unit menjadi langkah krusial untuk mengurangi potensi risiko keamanan.
➡️ Baca Juga: Pemdaprov Jabar Salurkan Bantuan untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Peternak di KBB
➡️ Baca Juga: 10 Motor Paling Terjangkau di Indonesia untuk April 2026 yang Harus Anda Ketahui
