KH Abdussalam Shohib, yang akrab disapa Gus Salam, baru-baru ini melakukan silaturahmi dengan para anggota keluarga dan kerabat dari Pesantren Mamba’ul Ma’arif yang berlokasi di Denanyar, Jombang. Kunjungan ini juga mencakup silaturahmi di Pondok Pesantren Lirboyo serta Pondok Pesantren Al-Falah yang berada di Ploso, Kediri.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Gus Salam berhasil mendapatkan dukungan dan restu untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode masa khidmat 2026-2031.
Gus Salam berkesempatan untuk sowan kepada KH Anwar Manshur, seorang sesepuh sekaligus pengasuh di PP Lirboyo Kediri. Secara genealogis, Gus Salam merupakan cicit dari pendiri PP Lirboyo, Mbah KH Abdul Karim, melalui jalur ibunya. Selain itu, kakaknya, KH Oing Abdul Muid Shohib, juga menjabat sebagai salah satu pengasuh di pesantren tersebut.
Kedatangan Gus Salam disambut dengan hangat oleh KH Anwar Manshur, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur dan Mustasyar PBNU. Dalam pertemuan tersebut, Gus Salam meminta izin, doa, dan restu untuk memulai langkahnya dalam memimpin PBNU, seraya berharap mendapatkan bimbingan dari para masyayikh NU-Pesantren.
Setelah kunjungan ke Lirboyo, Gus Salam dan keluarga Denanyar melanjutkan perjalanan ke PP Al-Falah Ploso, Kediri. Di sana, ia bersilaturahmi dengan Mbah KH Nurul Huda Djazuli, atau lebih dikenal dengan Mbah Yai Da’, yang juga merupakan gurunya.
“Maksud dan tujuan saya sama. Mohon izin, nasehat, restu, dan doa dari para masyayikh untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031,” ungkap Gus Salam dalam keterangannya pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Bagi Gus Salam, meminta restu kepada keluarga Bani Bishri, serta pesantren Lirboyo dan Al-Falah Ploso adalah bagian dari adab yang harus dijunjung tinggi. Ketiga pesantren ini berperan penting dalam sejarah NU, dan Gus Salam juga berencana untuk bertemu dengan ulama dan kiai di berbagai daerah sebelum melanjutkan silaturahmi dengan PWNU-PCNU di seluruh Indonesia.
“NU besar karena keberkahan para kiai. Sejarah mencatat bahwa NU didirikan oleh para ulama dari pondok pesantren. Tanpa dukungan dan doa mereka, kita bukanlah apa-apa. Ini adalah usaha saya agar kepemimpinan PBNU mendatang tetap berakar pada tradisi Aswaja dan pesantren,” tegasnya.
Muktamar ke-35 NU direncanakan akan berlangsung dari tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026. Hingga saat ini, PWNU, PCNU, dan PCI NU belum ditetapkan serta tidak menerima undangan resmi untuk hadir sebagai peserta. Namun, bagi Gus Salam, dukungan yang diperoleh dari Denanyar, Lirboyo, dan Ploso menjadi pijakan yang kuat dalam upayanya untuk menduduki kursi Ketua Umum PBNU.
➡️ Baca Juga: Analisis Taktik Mendalam: Kunci Kesuksesan Sepak Bola Modern untuk Meningkatkan Peringkat Tim
➡️ Baca Juga: Cryptocurrency: Aset Digital Alternatif untuk Diversifikasi Investasi Modern Global
