Empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini berada dalam tahanan karena diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, yang merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Keempat anggota TNI tersebut telah menjalani pemeriksaan mendalam terkait aksi penyiraman air keras yang terjadi baru-baru ini.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu, 18 Maret 2026, Danpuspom TNI Mayor Jenderal Yusri Nuryanto menyatakan, “Sebagai langkah lanjutan dari proses penyidikan, Puspom TNI akan membuat laporan polisi. Kami juga akan memeriksa saksi-saksi korban, dan melakukan penahanan sementara terhadap keempat terduga pelaku.”
Yusri menambahkan bahwa pihaknya akan mengajukan permohonan visum ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut.
“Kami akan segera mengajukan permohonan Visum et Repertum ke RSCM,” tutupnya.
Keempat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ini akan ditempatkan di Pomdam Jaya untuk menjalani proses penahanan.
“Para tersangka telah kami amankan dan pemeriksaan telah dilakukan di Puspom TNI. Untuk penahanan, mereka akan ditempatkan di Pomdam Jaya, di mana terdapat fasilitas tahanan super keamanan maksimum,” kata Yusri.
Sebelumnya, pihak kepolisian mencurigai bahwa terdapat empat pelaku yang terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus (27 tahun) dan menggunakan dua sepeda motor dalam pelarian mereka.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan bahwa para pelaku menunjukkan sikap tenang saat menjalankan aksinya.
“Setelah beberapa hari melakukan analisis digital, kami menemukan bahwa pelaku tampak tenang saat berpindah dari satu titik ke titik lainnya menjelang kejadian,” ungkapnya pada Senin, 16 Maret 2026.
Tim gabungan dari kepolisian berhasil mengidentifikasi dan menyita sekitar 86 titik CCTV yang digunakan untuk menganalisis pergerakan para pelaku dalam kasus penyiraman air keras ini.
“Terduga pelaku telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum insiden terjadi. Mereka bergerak dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul di Jalan Merdeka Timur, tepatnya di depan Stasiun Gambir,” terang Iman.
➡️ Baca Juga: Audioseries Beragam Genre Karya Penulis Lokal Hadir di Noice
➡️ Baca Juga: Mobil Polisi Dibakar oleh Ormas Gagah-gagahan
