Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Hizatul Istiqamah menyampaikan pandangan yang optimis terkait kebijakan pendidikan selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai bahwa arah kebijakan ini menunjukkan niat yang kuat untuk meningkatkan akses pendidikan serta kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Beberapa program strategis yang diluncurkan oleh pemerintah dianggap mencerminkan komitmen terhadap peningkatan akses pendidikan dan pengembangan kualitas SDM. Dalam pandangannya, langkah-langkah ini penting untuk memperkuat fondasi pendidikan nasional.
Hizatul menggarisbawahi bahwa inisiatif seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan pendidikan vokasi, dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan merupakan langkah-langkah penting untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia.
“Saya percaya bahwa salah satu aspek krusial dalam pembangunan pendidikan adalah memastikan bahwa setiap anak di Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau lokasi geografis, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Dalam konteks ini, Program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu,” ungkap Hizatul dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa sekadar membuka akses pendidikan tidaklah cukup. Pemerintah juga harus memastikan bahwa para siswa mendapatkan lingkungan belajar yang aman, fasilitas yang memadai, serta tenaga pendidik yang berkualitas dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Menurutnya, revitalisasi sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pengalaman belajar. Perbaikan ruang kelas, fasilitas sanitasi, dan sarana penunjang lainnya perlu diprioritaskan agar siswa dapat belajar dalam suasana yang nyaman dan kondusif.
Langkah-langkah tersebut harus mencakup juga sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil, di mana mereka masih menghadapi tantangan serius terkait infrastruktur pendidikan.
Di sisi lain, Hizatul melihat program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah penting untuk memenuhi kebutuhan dasar para siswa dalam mendukung proses belajar mereka. Program ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap kesejahteraan dan kemampuan belajar anak-anak.
Namun, ia menekankan bahwa pelaksanaan program tersebut harus disertai dengan pengawasan yang ketat, transparansi dalam penggunaan anggaran, serta evaluasi yang rutin. Ini penting agar manfaat dari program tersebut dapat dirasakan oleh target yang tepat.
“Pendidikan tidak hanya dapat diukur dari banyaknya program yang dicanangkan. Yang lebih mendasar adalah sejauh mana program-program tersebut memberikan dampak nyata bagi siswa, guru, dan institusi pendidikan. Oleh karena itu, evaluasi harus dilakukan secara terbuka, berdasarkan data yang akurat, dan berorientasi pada hasil yang konkret,” tegasnya.
➡️ Baca Juga: Reaksi Tahanan KPK Terhadap Keputusan Yaqut Menjadi Tahanan Rumah
➡️ Baca Juga: Pemprov DKI Resmi Kenalkan Logo Peringatan 5 Abad Jakarta untuk Memperingati Sejarah Kota
