DPP Golkar Salurkan Ribuan Paket Rendang Kaleng Sebagai Solidaritas untuk Warga Palestina

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Syajarotun Thoyyibah di bawah naungan DPP Partai Golkar menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kemanusiaan dengan menyelenggarakan acara bertajuk “Road Show Ramadhan untuk Palestina”.
Acara yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026 ini juga menghadirkan sosok yang sangat istimewa, yaitu seorang Imam Besar dari Palestina yang menjadi tamu kehormatan.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga merupakan momentum penting untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung kepada yang membutuhkan.
DPP Partai Golkar, melalui DKM Masjid Syajarotun Thoyyibah, memberikan bantuan berupa 3.000 paket rendang kaleng yang siap saji. Pemilihan rendang kaleng sebagai bentuk bantuan ini sangat strategis, mengingat makanan ini tahan lama dan mudah didistribusikan kepada masyarakat Palestina yang tengah menghadapi krisis pangan.
Dalam sambutannya, Imam Besar Palestina menyampaikan rasa gembira yang mendalam atas sambutan hangat yang diterima dari masyarakat Indonesia. Ia menekankan bahwa dukungan yang diberikan oleh Indonesia bukan hanya sekadar ucapan diplomatik belaka, melainkan merupakan ungkapan cinta yang dirasakan langsung oleh rakyat Palestina.
“Saya merasa sangat senang dan terharu bisa berada di Indonesia. Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap Palestina bukan hanya kami dengar, tetapi juga kami rasakan secara langsung. Kehadiran saya di sini menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah itu tetap hidup dan kuat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan moral dan bantuan kemanusiaan yang datang dari masyarakat Indonesia memberikan semangat yang besar bagi rakyat Palestina untuk terus bertahan dalam situasi sulit ini.
“Bantuan ini lebih dari sekadar makanan; ini adalah pesan persaudaraan dan harapan. Kami merasa tidak sendirian. Indonesia selalu ada di hati rakyat Palestina,” tambahnya dengan penuh haru.
Ketua DKM Masjid Syajarotun Thoyyibah, Dr. Dian Assafri Nasa’i, SH, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan diplomasi kemanusiaan. Menurutnya, peran masjid di era modern harus melampaui sekadar ibadah ritual.
“Masjid seharusnya tidak hanya menjadi tempat untuk beribadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembinaan umat yang melahirkan kepedulian sosial secara global. Kehadiran Imam Besar Palestina di antara 284 santri hari ini adalah pelajaran sejarah dan iman yang nyata. Kami ingin para santri memahami arti perjuangan, ketahanan, dan persaudaraan lintas bangsa,” tegas Dr. Dian.
➡️ Baca Juga: Bumi Resources Pertahankan Peringkat idA+ dengan Prospek Stabil
➡️ Baca Juga: TikTok vs Instagram Reels: Platform Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Kreator?




