Bandar Narkoba ‘The Doctor’ Ditangkap di Malaysia Bersama Wanita Kazakhstan

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri baru-baru ini mengungkap penangkapan seorang bandar narkoba bernama Andre Fernando, yang lebih dikenal sebagai “The Doctor” atau Charlie, di Malaysia.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, terungkap bahwa Andre meninggalkan Indonesia pada tanggal 20 Februari 2024, dan menuju Kuala Lumpur International Airport, Malaysia, berdasarkan data keimigrasian yang diperoleh.
Sejak tanggal 5 Maret 2026, tim gabungan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Jatranin Divhubinter Polri telah menjalin kerja sama dengan Interpol untuk melacak keberadaan Andre dan melakukan penangkapan terhadapnya.
Pada tanggal 5 April, tepatnya pukul 14.30, tim Interpol berhasil menangkap Andre di Crowne Plaza Penang Straits City, yang terletak di Penang, Malaysia, di mana ia sedang berada.
Pada saat ditangkap, Andre terlihat bersama seorang wanita yang merupakan warga negara Kazakhstan.
“Dalam proses penggeledahan, tidak ditemukan dokumen paspor milik Andre sehingga ia tidak dapat segera dideportasi atau dipulangkan sebelum menerima Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dari KJRI Penang,” jelas Brigjen Eko.
Menyusul situasi tersebut, pada tanggal 6 April, tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol. Kevin Leleury, selaku Kasatgas NIC, berangkat menuju Penang, Malaysia, untuk melakukan proses pemulangan Andre ke Indonesia.
Pada hari yang sama, Andre berhasil dibawa kembali ke Indonesia dan segera dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani proses penyidikan yang lebih mendalam.
Andre sebelumnya telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri sejak 1 Maret 2026.
Dikenal sebagai bandar narkoba yang memasok berbagai jenis narkoba kepada sindikat yang dipimpin oleh Koko Erwin di Bima, Nusa Tenggara Barat, serta sindikat narkoba di tempat hiburan malam White Rabbit (WR) Jakarta, Andre memiliki jaringan distribusi yang luas.
Ia berperan sebagai distributor narkoba untuk Indonesia, menggunakan jalur darat dan kargo, serta menyediakan sejumlah jenis narkoba, termasuk sabu-sabu, vape yang mengandung etomidate, dan happy water.
➡️ Baca Juga: Amelia Khairani Sutrisno, Masinis MRT Jakarta yang Meraih Gelar S2 dari Inggris
➡️ Baca Juga: Penerapan Extended Reality dan Unreal Engine dalam Film ‘Pelangi di Mars’ Memperkenalkan Teknologi Baru di Indonesia




