Tentang Kami

INDONESIANA: GOTONG-ROYONG KEBUDAYAAN

Tak cukup hanya dengan Undang-undang Kebudayaan.
Apa yang kau bisa, lakukan!
Ajak saudara, ajak teman, ajak tetangga.
Di situlah kemesraan budaya tercipta.

Jabat erat!

Dengan disahkannya UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan muncul kebutuhan untuk menangani kegiatan budaya secara lebih sistematis. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merancang sebuah inisiatif baru, yaitu kegiatan pengembangan platform Indonesiana, sebuah struktur hubungan terpola antarpenyelenggara kegiatan budaya di Indonesia yang dibangun secara gotong-royong.

Inisiatif ini dirumuskan dengan memperhatikan gejala fragmentasi kegiatan budaya dan ketiadaan standar penyelenggaraan kegiatan budaya. Gejala tersebut mencakup, antara lain: tidak jelasnya dampak kegiatan budaya dalam kehidupan masyarakat, penyelenggaraan kegiatan budaya yang minim investasi dan boros biaya, serta kondisi keberlanjutan kegiatan budaya yang memprihatinkan. Gotong-royong, meskipun nyata dalam penyelenggaraan kegiatan budaya, sering kali tidak diperhitungkan.

Padahal, festival berpotensi menjadi ajang untuk menguatkan karakter budaya bangsa. Festival juga dapat menjadi wahana untuk menumbuh-kembangkan identitas budaya yang memperlihatkan bukan hanya keunikan melainkan juga ketersambungan daerah. Studi kegiatan menegaskan kegiatan budaya memberikan lahan yang subur bagi tumbuh-kembangnya sinergi antarpemangku kepentingan, sehingga mendorong efisiensi penyelenggaraannya. Itulah sebab, dalam menjalankan mandat UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memusatkan perhatian kepada kegiatan budaya, diawali dengan penyelenggaraan festival.

Dengan latar belakang inilah, platform Indonesiana dirumuskan. Pihak-pihak yang bergotong-royong diharapkan akan membentuk dan memperoleh cara serta fasilitas untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan budaya. Pelaku budaya akan membentuk dan memperoleh jalan untuk memantapkan pengembangan kegiatan budayanya.

Kegiatan-kegiatan budaya yang difasilitasi oleh Indonesiana dilaksanakan dengan memperhitungkan 2 tataran (tata kelola dan manajemen penyelenggaraan), 3 dimensi (perancangan dan pengelolaan substansi, pengelolaan pengunjung, kualitas pelayanan dan pengelolaan SDM), dan 4 bidang pelaksanaan (kuratorial dan produksi, kehumasan dan publikasi, kerja sama dan pendukungan, pengelolaan pengetahuan).

Kegiatan-kegiatan budaya yang difasilitasi oleh Indonesiana dilaksanakan dengan memperhitungkan 2 tataran (tata kelola dan manajemen penyelenggaraan), 3 dimensi (perancangan dan pengelolaan substansi, pengelolaan pengunjung, kualitas pelayanan dan pengelolaan SDM), dan 4 bidang pelaksanaan (kuratorial dan produksi, kehumasan dan publikasi, kerja sama dan pendukungan, pengelolaan pengetahuan).

Pada tataran tata kelola, Bidang Kuratorial dan Produksi mengidentifikasi dan memastikan terjadinya penguatan ekosistem obyek pemajuan kebudayaan kegiatan; Bidang Kehumasan dan Publikasi mengidentifikasi dan menegaskan identitas budaya daerah penyelenggara kegiatan; Bagian Kerja Sama dan Pendukungan mengidentifikasi dan memastikan terbangunnya kerja sama antarpihak yang berkomitmen mendukung kegiatan; terakhir, Bagian Pengelolaan Pengetahuan memantau dan mengevaluasi kegiatan guna mengembangkan pengetahuan yang diperlukan untuk membangun platform Indonesiana. Seluruh fungsi tersebut didukung pula oleh bagian Kesekretariatan yang mengawasi kerja administrasi dan mengembangkan Standar Nasional Indonesia yang bersifat umum.

Di tataran penyelenggaraan, dalam dimensi perancangan dan pengelolaan substansi, Bidang Kuratorial membuat skema proses kurasi dan produksi, serta mengadvokasi penyelenggara dalam proses tersebut. Bidang Kehumasan dan Publikasi membuat skema branding, merancang stratedi penyebaran informasi, mendesai arsitektur layanan informasi hotline, mengadvokasi penyelenggara dalam proses tersebut, serta menjalankan tugas-tugas mereka di tingkat nasional.

Kemudian, Bagian Kerja Sama dan Pendukungan mengidentifikasi material (teknologi, SDM) dan fasilitas yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan, mengadvokasi penyelenggara dalam proses tersebut, serta menjalankan tugas-tugas mereka di tingkat nasional. Bagian Pengelolaan Pengetahuan menganalisis data penyelenggaraan kegiatan, menghimpun dan menyebarkan informasi terkait, menyelenggarakan semiloka penguatan di seluruh bidang pelaksanaan dan bidang Pemantauan dan Evaluasi, serta mengembangkan bank data kegiatan kurasi dan produksi guna mendukung pemajuan kebudayaan di tingkat nasional.

Menu