Kabar

MANIFESTASI BHINNEKA TUNGGAL IKA DALAM GAMELAN

Karya instalasi itu terdiri dari sepuluh kursi kecil yang biasa digunakan oleh anak-anak TK. Di bawah kursi itu tergantung 10 wayang kulit yang mewakili pemimpin dunia. Di atas wayang-wayang berderet panci-panci yang dimodifikasi hingga menyerupai bonang. Instalasi itu juga dilengkapi dengan palu yang tersambung dengan aliran listrik sehingga ketika tombol dinyalakan maka deretan panci tersebut akan membuat bebunyian yang mirip dengan bunyi gamelan. “Saya menamakan instalasi ini Shock Therapy for Global Political Leaders,” kata Heri Dono, perupa di balik karya instalasi tersebut.

Heri menjelaskan instalasi ini dibuat untuk menyentil isu intoleransi yang menyergap berbagai negara. Oleh karena itu, dalam instalasi ini Heri menekankan gamelan sebagai penyembuh gejala tersebut. Sebab, menurut Heri, gamelan adalah satu bentuk orkestra yang sangat toleran. “Karena setiap pemain dalam gamelan adalah konduktor. Berbeda dengan musik barat, itu konduktornya satu,” jelasnya dalam sesi press tour pameran “Serupa Bunyi”, Jumat (10/8) di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT).

Heri mengeksplorasi lebih dalam nilai-nilai toleransi permainan gamelan. Dalam karya lainnya bertajuk “Gamelan Goro-Goro”, yang juga dipamerkan dalam acara ini, Heri membuat suatu instalasi kinetis yang seolah menghasilkan bunyi acak, tapi pada akhirnya membentuk suatu irama gamelan yang harmonis.

Menurut Heri, hal ini sejalan dengan sifat permainan gamelan yaitu bagaimana sekelompok orang menerbangkan suara ke udara dan membentuk harmoni sendiri. Supaya hal itu terjadi maka setiap pemain gamelan tak bisa hanya fokus pada permainannya sendiri, tapi ia juga harus peka terhadap bebunyian yang diciptakan oleh pemain lainnya. “Orang bisa toleran ketika dia memainkan gamelan, bukan ketika dia menonton gamelan karena dengan memainkan gamelan dia bisa tahu ritme yang berbeda dengan yang dia mainkan dan dengan dia melihat perbedaan itu, mereka bisa belajar menghormati yang segala sesuatu yang berbeda,” jelas Heri.

Nikmati instalasi Heri Dono dan empat perupa seni rupa kontemporer lain dalam gelaran pameran “Serupa Bunyi” yang dibuka untuk umum pada 11-15 Agustus 2018 di Taman Budaya Jawa Tengah. Pameran ini merupakan acara pelengkap rangkaian International Gamelan Festival 2018 selain pertunjukan-pertunjukan dan konferensi mengenai gamelan.

Menu