Kabar

SINTUVU: MERAYAKAN BUDAYA GOTONG ROYONG SULAWESI TENGAH

Gotong royong telah menjadi nadi dalam kehidupan masyarakat di Sulawesi Tengah. Mereka mengenalnya dengan istilah sintuvu, berasal dari kata tuvu, yang artinya hidup. Sementara, si adalah kata bantu yang bermakna suatu pekerjaan. Untuk menambah makna dari kata hidup atau tuvu, ditambahkan huruf 'n' yang merujuk pada sebuah tindakan untuk saling bekerja sama.

Sintuvu berarti saling menghidupi dan berkegiatan bersama, baik dalam ranah keluarga maupun dalam konteks bermasyarakat. Dalam budaya pertanian Suku Kaili, dikenal tradisi gotong royong. Di wilayah Poso, tradisi yang sama dikenal dengan istilah lain, yaitu mapalus - atau babjuyu, khusus oleh etnis Taa. Pemerintah Daerah Poso menjadikan prinsip gotong royong sebagai latar belakang dari semboyan daerahnya, yaitu sintuvu maroso yang berarti hidup bersama dan saling menguatkan. Konsep sintuvu lantas dikuatkan oleh motto Kabupaten Sigi, yaitu mareso masagena, yang berarti susah dan senang bersama.

Di Kota Palu, sintuvu diterjemahkan dalam motto kota masintuvu kita maroso, morambanga kita marisi, yang artinya bersatu kita kuat bersama kita kokoh. Sampai hari ini, Kabupaten Parigi Moutong masih mempercayai konsep sintuvu, baik pada tradisi nelayan maupun pertanian. Pemerintah Daerah Parigi Moutong mengabadikannya dalam semboyan songulara mombangu, yang berarti bersatu hati untuk membangun. Sintuvu menjadi konsep pengikat dari seluruh festival di Sulawesi Tengah yang diadakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Parigi Moutong.

Konsep sintuvu dirayakan melalui rangkaian festival di 4 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Di Kota Palu, digelar festival bertajuk Palu Solende Percussion. Pengertian sintuvu dalam festival ini diterjemahkan melalui keterlibatan para pelaku seni dan budaya, serta jaringan dengan beberapa daerah di Indonesia dan mancanegara. Di kawasan Parigi Moutong, akan digelar sebuah festival bertajuk Fula Dongga dalam Eksotika Khatuliswa pada tanggal 13 - 17 Agustus 2018. Festival Fula Dongga mengusung konsep sintuvu dengan melibatkan masyarakat adat dan pelaku seni dari 13 kabupaten di Sulawesi Tengah. Di kawasan Kabupaten Sigi akan digelar Festival Bunyi Bungi: Membaca Adab dan Peradaban, pada tanggal 30 Agustus - 1 September 2018. Konsep sintuvu dalam Festival Bunyi Bungi akan diekspresikan melalui seni pertunjukan, musik, dan ritual. Bungi sendiri merupakan daratan yang terbentuk akibat surutnya air sungai. Lalu, di kawasan Kabupaten Poso akan digelar Festival Budaya Daerah Padungku sebagai bentuk lain konsep sintuvu pada September - Oktober 2018.

Menu