Festival

INTERNATIONAL GAMELAN FESTIVAL

INTERNATIONAL GAMELAN FESTIVAL

9 - 16 Agustus 2018

Solo, Jawa Tengah


MENANTI KEPULANGAN GAMELAN DI INTERNATIONAL GAMELAN FESTIVAL

Gamelan telah mengembara jauh dari negeri asalnya. Sebagaimana layaknya manusia yang telah bertahun-tahun melakukan pengembaraan, penting untuk sesekali pulang kembali ke tempat muasalnya.

Gamelan telah ada dan menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa lebih dari seribu tahun lalu. Relief-relief pada panel-panel rupadhatu candi Borobudur, memberi gambaran bahwa ia telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat kala itu. Tatkala negeri-negeri dari mana tradisi gamelan itu berasal surut dan tergantikan oleh negeri-negeri baru dengan sistem ketatanegaraan yang baru, gamelan masih meneruskan eksistensinya dalam masyarakat.

Gamelan telah mengalami persebaran, bukan saja secara geografis, tetapi juga mengalami penyesuaian dari sisi bentuk, fungsi, dan posisi dalam masyarakatnya. Sudah sejak berabad lalu, gamelan menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara bahkan hingga ke pelosok dunia, membentuk berbagai komunitas gamelan di Eropa, Amerika, Australia, dan Asia. Ia menemukan tempat-tempat hidupnya yang baru, diapresiasi oleh beraneka masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di negeri-negeri diaspora. Gamelan juga mengalami persebaran ke berbagai media ungkap seni seperti tari, teater, sinema, media visual, sastra, juga musik industri. Singkatnya, gamelan bukan lagi semata mata sebuah bentuk ekspresi musik, melainkan telah menjadi suatu bentuk ekspresi kultural.

Mengusung tema "Homecoming", Gamelan International Festival 2018 diharapkan mampu mencipta semacam arena mudik bagi kelompok-kelompok gamelan yang telah berdiaspora di berbagai belahan dunia dan dalam beraneka corak perkembangan dan fungsi. Sebagaimana halnya peristiwa mudik, Gamelan International Festival diharapkan pula dapat menjadi momentum silaturahmi dan ziarah kultural yang membangkitkan dan merawat ingatan-ingatan, menumbuhkan rasa bangga, mengkonstruksi kembali identitas dan merajut angan-angan tentang masa depan yang harmonis, toleran, setara melalui cara-cara yang estetis sebagaimana layaknya sebuah ansambel gamelan.

Akan turut mewarnai kelompok-kelompok gamelan Nusantara, tidak kurang dari 14 kelompok gamelan mancanegara mengonfirmasi untuk hadir dan ambil bagian dalam gelaran International Gamelan Festival (IGF) 2018 yang akan di gelar pada tanggal 9 s.d. 17 Agustus di Solo. Mereka berasal dari Amerika, Inggris, Irlandia, Belanda, Jepang, Hongaria, Malaysia, Thailand, Singapura. Selain pertunjukan gamelan, IGF 2018 juga menyuguhkan konferensi, workshop maupun pameran.

Lalu, bagaimana rupa wujud gamelan setelah berkelana di berbagai penjuru dunia? Akankah ia kembali pulang dengan membawa pesona keindahan, keberagaman, dan membawa konstruksi identitas yang baru? Kita nantikan saja kepulangannya.


Informasi lebih lanjut : www.igfsolo.com

Menu