Festival

FESTIVAL VULA DONGGA

Konsep Sintuvu yang berarti gotong royong dan kebersamaan menjadi konsep pengikat festival-festival di empat kabupaten di Sulawesi Tengah. Keempat festival tersebut berada dalam naungan Festival Gaung Sintuvu dan diselenggarakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Parigi Moutong sepanjang bulan Agustus sampai Oktober mendatang.

Salah satu festival yang akan menggaungkan semangat sintuvu itu ialah Festival Vula Dongga yang akan berlangsung di Kabupaten Parigi Moutong pada 10-14 Agustus. Vula Dongga merupakan tradisi untuk merayakan datangnya bulan purnama yang masih terus dipelihara dan dijaga oleh penduduk asli dari beberapa kampung di Kabupaten Parigi Moutong. Salah satunya ialah masyarakat Suku Kaili. Vula Dongga sendiri berasal dari bahasa Suku Kaili yang berarti “bulan purnama”.

Pada tradisi masyarakat Sulawesi Tengah, momen bulan purnama memang merupakan momen kebersamaan untuk semua orang tanpa pandang usia. Pada saat itulah orang-orang tua melaksanakan ritual-ritual seperti menggunting rambut, membunyikan tetabuhan, tulak bala dan lain sebagainya. Sementara orang-orang muda menggunakan momen bulan purnama sebagai ajang bersosialisasi dengan pertunjukan musik seperti karambangan dan tarian dero, notarangati (kegiatan memasak di pinggir jalan) diadakan. Anak-anak pun turut merayakan Vula Dongga dengan bermain dan bergembira menikmati terangnya bulan pada malam hari. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya posisi bulan dan matahari dalam kosmologi masyarakat Sulawesi Tengah.

Oleh karena itu Vula Dongga selalu menjadi satu festival yang meriah sejak pertama kali diadakan pada 2004. Kali ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memilih Kab. Parigi Moutong untuk jadi tuan rumah bagi serangkaian pertunjukan seni dari seluruh kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Tengah. Rangkaian pertunjukan dibuka dengan pawai budaya, Tari Massal Pontanu, dan pementasan orkestra Vinculos dari Spanyol. Setelah itu, selama tiga hari berturut-turut berbagai pertunjukan seni dan ritual dari masyarakat akan turut menambah semarak Festival Vula Dongga. Setidaknya ada 21 komunitas seni dari 13 kabupaten di Sulawesi Tengah yang akan berpartisipasi dalam festival ini. Tidak hanya itu, Vula Dongga juga meliputi berbagai permainan anak seperti Tilako, Tako Dende, Nojapi-japi, Mohanta, Nogasi, dan lain-lain.

Di samping pertunjukan setiap kabupaten juga akan mengadakan kunjungan ke sekolah di mana mereka akan menampilkan salah satu kesenian daerahnya. Kemudian ada pula workshop berupa evaluasi dan bedah karya dari hasil pementasan, dan kolaborasi di bidang pertunjukan.

Tidak ketinggalan, Festival Vula Dongga kali ini juga akan menggelar pameran artefak sejarah dan purbakala sebagai salah satu rangkaian kegiatan festival. Selain itu, Vula Dongga juga akan mewadahi dialog kebudayaan dalam bingkai pertemuan adat molinsonan. Molinsonan merupakan forum di mana para pejabat pemerintah dan tetua adat duduk bersama, berdialog mengenai persoalan kebudayaan yang ada di masing-masing wilayah.

Forum kebudayaan ini merupakan salah satu wujud napas sintuvu dalam Festival Vula Dongga dan menjadi salah satu kunci dalam membangun serta menjaga tradisi di Parigi Moutong. Hal ini tentu sejalan dengan amanah Undang-Undang no.5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Sebab diskusi dan forum kebudayaan dapat menjadi wadah yang tepat dalam memetakan masalah dan bersama-sama mencari solusi pengembangan budaya di Parigi Moutong. Seperti semboyan kota Parigi Moutong, “Songulara Mombagu” yang berarti bersatu hati membangun, tentunya termasuk juga membangun kebudayaan.

Menu