Festival

CERITA DARI BLORA

"Sastra Blora, Sastra Dunia"

12 - 15 September 2018

Blora, Jawa Tengah

Blora adalah suatu kabupaten di Jawa Tengah, berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur. Ibu kotanya, juga bernama Blora, berjarak sekira 127 Km dari Semarang. Di antara hal yang membuat nama Blora dikenal luas ialah kumpulan cerita pendek Cerita dari Blora, karya Pramoedya Ananta Toer, pertama kali terbit pada 1952.

Diselenggarakan pada 12-15 September 2018, Festival ini mengambil tema Cerita dari Blora. Selain untuk menghormati pencapaian intelektual Pramoedya, tokoh terkemuka dalam sastra modern Indonesia, Cerita Dari Blora juga bertujuan untuk mengangkat potensi seni budaya di Kabupaten Blora, terutama “cerita-cerita” dari Blora, termasuk cerita rakyat (folklor) serta berbagai praktik dan wacana kesenian tradisi.

Dalam festival ini akan digelar berbagai lokakarya kentrung, tayub, wayang kerucil, barongan—yang merupakan bagian dari foklor Blora, dan bedah buku dan diklat penulisan prosa. Diklat ditujukan khusus bagi generasi muda dan direncanakan mengundang sejumlah sastrawan yang telah diakui rekam jejaknya sebagai tutor. Materi diklat lebih difokuskan pada kiat-kiat penulisan puisi, cerpen, dan penyuntingan. Diklat penulisan prosa nantinya bersanding dengan kegiatan mengkaji karya Pram, yang diharapkan dapat menularkan cara berpikir kritis dan semangat humanis seperti yang kita dapati dari sosok Pram.

Cerita Dari Blora, yang digagas para pegiat kebudayaan dan pemerintah daerah Blora, dimulai dengan revitalisasi perpustakaan PATABA. PATABA, akronim dari “Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa”, adalah perpustakaan pribadi milik trah keluarga Pramoedya Ananta Toer. Bangunan perpustakaan ini semula adalah rumah masa kecil Pramoedya yang terletak di tengah Kota Blora. Perpustakaan PATABA bersifat nirlaba, diinisiasi Pramoedya Ananta Toer, Koesalah Soebagyo Toer, dan Soesilo Toer. Untuk mengenang almarhum Pramoedya, perpustakaan PATABA didirikan bersamaan dengan hari wafat Pramoedya, yaitu 30 April 2006. Perpustakaan kecil ini juga bertujuan untuk berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengembangkan budaya membaca dan menulis. Moto perpustakaan PATABA: “Masyarakat Indonesia Membangun adalah Masyarakat Indonesia Membaca menuju Masyarakat Indonesia Menulis”.

Cerita Dari Blora dirancang supaya kekuatan cerita mampu terus mengembangkan sumber daya kultural masyarakat Blora.

Menu